03
Jul
09

Terjerat Nafsu Ipar

KEMISKINAN membuat Melati (samaran) meninggalkan kampung halaman dan tinggal bersama sepupunya di Tongketongke, Selayar. Dengan harapan, di sana ia bisa mengubah hidup. Tapi, impian itu justru membuatnya jatuh ke dalam lubang nafsu kakak iparnya sendiri. Ia diperkosa berkali-kali. Sampai kemudian kesempatan datang dan ia lari dari jeratan itu.

Melati, saat ini masih diamankan di rumah mantan kepala dusun setempat. Ia diamankan sementara guna penyelidikan oleh polisi.
Melati masih syok berat. Matanya menatap lurus ke depan. Begitu jelas tergambar, ada beban berat yang menghimpitnya.
Usianya kini baru menginjak 15 tahun. Ekonomi keluarga yang pas-pasan, membuat Melati nekat meninggalkan orangtuanya di kampung.
Ia memutuskan hijrah dan tinggal bersama kakak iparnya. Berharap dari sini ia bisa merajut hidup lebih baik.
Tapi impian itu kemudian pudar setelah kesuciannya direnggut paksa kakak iparnya, Idham (samaran). Ironisnya perkosaan itu disaksikan oleh istri Idham, Ani (samaran).
Melati menuturkan, malam itu ia sudah tertidur lelap. Antara sadar dan tidak, ia merasakan ada sesuatu yang menindihnya.
Makin lama, tindihan itu membuatnya sesak. Sampai akhirnya ia terbangun dengan nafas tersengal.
Ketika membuka mata, ternyata di atas tubuh mungilnya, Idham, sudah menindih dengan mata penuh hasrat. Melati mencoba berontak, tapi reaksi terlambat.
Pria bertubuh tambun itu lebih gesit menyekap mulutnya, hingga ia bungkam. Akhirnya, dengan leluasa, Idham lucuti pakaian Melati satu persatu.
Malam itu benar-benar menjadi mimpi buruk bagi gadis berkulit putih ini. Dengan derai air mata, ia hanya bisa pasrah kesuciannya direnggut paksa.
"Waktu saya ditindih, istrinya Idham juga sempat melihat. Tapi dia diam saja. Dia malah hanya membiarkannya," ujar Melati.
Melihat Melati diperlakukan seperti itu, istri Idham, bukannya membantu menyelamatkan gadis itu. Ia justru membujuknya agar tak buka mulut soal kejadian itu.
Ani menjanjikan, jika rahasia ini terjaga, ia akan memberi Melati uang Rp 500 ribu. Sekaligus mengirim beras untuk ibunya di kampung.
"Dia bilang kalau saya tidak melapor, dia kasih uang Rp 500 ribu," ujar Melati.
Malam berikutnya, Idham kembali menghampiri Melati di kamarnya. Tapi karena gadis lugu itu berontak, Ani terpaksa turut menenangkannya.
Ani lagi-lagi membujuk Melati agar menuruti kemauan suaminya. Alasannya, semua yang dilakukan Idham adalah tanda sayangnya kepada Melati.
Akhirnya, untuk kali kedua, Idham kembali menodai gadis kecil itu. Seperti malam sebelumnya, Melati hanya bisa menangis setelah semua ia serahkan.
Melati sebenarnya sudah ingin lari waktu itu. Tapi kesempatan belum tepat.
Sampai kemudian suatu hari, Idham mengajaknya ke Benteng, ibukota Selayar. Melati sudah sadar apa yang direncanakan Idham.
Tiba di sana Idham mengajaknya nginap di hotel, namun ditolak mentah-mentah. "Saya sudah tahu diam mau perkosa saya lagi. Makanya dia ajak nginap di hotel," tuturnya terbata-bata.
Melati berkeras menolak dan mengancam akan berteriak jika Idham tetap memaksanya. Melihat kondisi tak memungkinkan Idham mengalah dan memilih membawanya pulang ke Tongketongke.
Dalam perjalanan, niat bejad Idham kembali muncul.
Ia singgah di sebuah daerah yang jauh dari permukiman dan bermaksud kembali menodai Melati.
Untunglah gadis itu berontak dan lari sejauh-jauhnya.
Saat itulah ia diselamatkan seorang warga, yang kemudian membawanya ke Polsek Bontosikuyu.
Kanit Reskrim Polsek Bontosikuyu, Amat Sudachlan yang dikonfirmasi Rabu (1/7) membenarkan adanya kasus pemerkosaan yang melibatkan Idham.
Amat mengatakan, korban masih sepupu satu kali dengan istri pelaku.
"Jadi korban itu masih ipar sepupunya," jelasnya.
Polisi sudah mengamankan barang bukti berupa celana dalam. Dari hasil visum juga diketahui kalau
indikasi pemerkosaan sangat kuat.
"Sudah ditahan. Tapi masih proses," kata Amat.

Sumber : Berita Kota Makassar


0 Tanggapan ke “Terjerat Nafsu Ipar”



  1. Belum Ada Tanggapan

Tinggalkan Balasan